Sunday, August 18, 2024

"Allahuma Sholi Ala Sayidina Muhamad Wa Ala Ali Sayidina Muhamad " =========================================================================
Saleh si bujang jauh:  fikiran  ucapan dan  tindakan  saya
=========================================================================
" Berbahagialah Orang, 
Yang Menyimpan Kelebihan Ucapannya 
Dan Mengeluarkan Kelebihan Hartanya"

” Sebaik Baik Orang Diantaramu  Adalah Yang Paling Bermanfaat Untuk Orang Banyak “
=========================================================================

Belanja Online kalender  2026. Yang pertama kali dilihat ”Kapan Lebaran?

Saya sedang butuh kalender tahun 2026 untuk merancang program kerja  untuk tahun depan,karena ini sudah hampir habis tahun 2025 karena itu rancangan untuk tahun 2026 harus dibuat, tetapi yang saya butuhkan adalah kalender meja,karena itu saya cari cari  online di sopee harganyalumayanmurah hanya 6500 tapi sampai sini sudah jadi 18.700 dan baru tiba  setelah lebih dari tujuh hari,karena pengiriman darat,

Setelah menunggu  7 hari lebih,  dalampelacakan barang sudah sedang diantar

pada pagi itu sayangnya sampaimaghrib belum tiba,ternyata dari WA sudah diinfokan bahwa barang sudah tiba dan diserahkan pada anak anak yang didepan yang selalu ada di saung depan,melalui dramanya karena yang terima tadi sedang tak ada disitu mungkin pulang dulu, malam nanti biasanya balik, dan karea COD harus bayar, ternyata barangnya sudah ada di saung di letakan disitu dan uangnya sudah dibayarkan, 
Alhamdulilah, walaupun sedehana tapi  cukup lumayan untuk membantu merancang program kerja setahun penuh, kalau ada kalener tahun baru, apakah sama dengan saya, apa yang anda lihat pertama kali saat ada kalender baru?   Kalau saya melihat kapa n lebaran iedul fitri dan kapan mulain puasa? Ternyata tahun 2026 puasa ramadhan jatuh pada tengahan bulan february dan lebaran bulan maret. Semoga tahun ini bisa puasa dan lebaran di Jakarta bersama orang tua dan anak anak juga mami,J. Allahumabariklana fi razab wa syaban wa balighna romadhon...

 ===============

NAIK TAXI ONLINE:  Ternyata Pak Sopirnya Satu Almamater Dengan Saya

Si Ade, anak saya yang bontot—begitu istilah orang Betawi asli untuk anak terakhir—akhirnya merengek juga minta sepatu dan baju pramuka baru. Maklum, sepatunya yang lama sudah konyak, bolong di sana-sini. Dipakainya sejak kelas 4 SD, padahal sekarang sudah kelas 6. Begitu pula baju pramukanya, sudah dipakai sejak kelas, Bayangkan, sekarang tangan bajunya sudah naik tinggi ke atas gara-gara tubuhnya bertambah panjang, meski badannya masih kecil tapi lincah.Sebagai orang tua, tentu hati saya terenyuh. Mau bagaimana lagi, kebutuhan anak tidak bisa ditunda. Akhirnya saya putuskan untuk membelikannya sepatu baru dan baju pramuka yang pantas dipakai.

Hari itu saya ajak Si Ade ke Pasar Aceh. Kami naik Trans Kutaraja, bus ber-AC yang bisa dinikmati gratis oleh warga Banda Aceh. Alhamdulillah, layanan transportasi publik ini sangat membantu. Perjalanan terasa nyaman, dan Si Ade pun gembira.Sesampainya di Pasar Aceh, kami berbelanja keperluan sekolahnya. Sepatu baru, baju pramuka baru, dan beberapa kebutuhan lain yang memang harus dibeli. Setelah selesai belanja, saya baru sadar: bawaan kami ternyata cukup banyak.Karena barang bawaan lumayan berat dan harus masuk ke dalam kampung, saya putuskan untuk memesan taxi online. Tak lama kemudian, mobil datang menjemput. Sopirnya menyapa ramah, dan perjalanan pulang pun dimulai. Di tengah perjalanan, seperti biasa saya mencoba berbasa-basi. Dari percakapan ringan tentang cuaca, keadaan lalu lintas, sampai akhirnya kami masuk ke topik pendidikan. Tanpa sengaja, terungkaplah sesuatu yang mengejutkan. Ternyata, Pak Sopir taxi online itu adalah alumni dari kampus yang sama dengan saya dulu Rasanya campur aduk antara kaget, bangga, sekaligus terharu. Siapa sangka, di balik seragam sopir taxi online yang sederhana, beliau adalah seorang yang pernah menempuh jalur akademik yang sama.Kami pun larut dalam nostalgia, bercerita tentang masa-masa kuliah, dosen-dosen yang masih kami ingat, hingga cerita unik semasa kampus dulu. Suasana perjalanan pulang yang awalnya biasa saja, berubah jadi penuh tawa dan kehangatan.

Dari pengalaman kecil ini, saya mengambil pelajaran penting:

1. Setiap orang punya cerita hidup dan perjuangannya sendiri. Kadang kita hanya melihat orang dari pekerjaannya sekarang, tanpa tahu latar belakang dan ilmu yang pernah ia tempuh.

2. Persaudaraan sesama almamater tidak mengenal profesi. Di mana pun kita bertemu, ada ikatan emosional yang menghangatkan hati.

3. Rezeki bisa datang dari arah yang tak terduga. Sepulang belanja untuk anak, saya malah mendapat hadiah berupa pertemuan yang berkesan.

Hari itu, Si Ade bahagia dengan sepatu dan baju pramuka barunya. Saya pun bahagia, bukan hanya karena bisa memenuhi kebutuhan anak, tapi juga karena pertemuan tak terduga dengan seorang sahabat se-almamater yang kini menjalani perannya sebagai sopir taxi online dengan penuh semangat.

HASIL  LAB : CHECK DARAH HARIAN SAYA

Karena sekarang dipuskesmas sudah ada lab untuk check darah ,maka saya ikut juga melakukan check darah harian, alhamdulilah semua fungsi fungsi organ vital, hasiilnya bagus dan normal,  baik creatinin, glukosa,ureum dan yang lain lainya semuanya alhamdulilah tak ada masalah sama sekali, bahkan catatan ini jauh Lebih baik dari hasil lab beberapa belas tahun lalu dimana saat itu kreatii saya  melewati batas normal atas,alhamdulilah walau badan sedikit kegemuka dan darah masih tinggi tetapi fungsi organ vitak  cukup baik, dalam gambara saya, semua berkah bersholawat karena hati lebih tenang fikiran lebihjernih dan lebih legowo terhadap hidup,tugas saat ini hanya menurunkan berat badan dan tekaa darah, insya Allah dengan bersholawat, hidup teratur dan olahraga rutin  juga puasa pada hari hari yang disuahkan rasulullah, isyaAllah lebih sehat, bersholawat biniyati syifa bibarokatil musthofa. Sehat berkah dan lebih qonaah dalam hidup.


NONTON DRAMA CHINA ERA TAHUN 1980 An

( Menayksikan dan Belajar Keluar dari  Kemiskinan Dengan Keterbatasan  )

Ada banyak drama drama china terutama yang bertemakan tahun 1980 ke bawah, yang saya tonton dan terasa kembali ke tahun  tahun saya masih kecil,  kenapa begitu menikmati drama china ini? terutama yang berlatarkan pedesaan, pertanian dan orangorang yang mahih lugu pada eratersebut, baik era sebelum maupun sesudah pembebasan, walupun ada sedikit yang di isi dengan bumbu bumbu kemustahilan dan diluar nalar tetapi pada intinya ketika derama itu bercerita tentang orang orang miskin yang tiggal di desa dan peran utamanya juga merupaka nmasyarakat desa asli yang tercearahkan baik dengan kelahiran kembali maupun karena bantuan sistem tetapi yang paling saya suka adalah bagaimana para tokoh itu bangkit dari tekanan hidup, dari kemsikinan dan dari terpinggirkan sebagai masyarakat maginal menjadi tokoh yang sukses, terutama di awal awal perjuangannya, ada yang menjadi pedagang bahan obat obatan yang di cari dihutan, ada yang menjadi pemburu atau ada yang bertani dan beternak tetapi semuanya itu merupakan usaha nyata yang semua kita bisa melakukannya terutama di era jaman itu, walaupun jaman berganti dan tahun berubah, tetapi semangat mempertahankan hidup, jangan sampai kelaparan, jangan dihina dan dinaifkan, merupakan kebutuhan segala jaman, sebab itulah saya begitu menggemari lakon lakon awal dari usaha pera utama untuk bangkit dari keterpurukan, 

Pesan yang ingin disampaikan sangat jelas pada drama drama yang mengisahkan kehidupan  tahun 1980an ke bawah,  Seterpuruk apapun kehidupan kita bahkan hanya maakn bubur sayur liar, tetaplah akan ada jalan keluar bagi mereka mereka yang mau berusaha dan bekerja,,karena pesan pesan seperti ini merupakan motifasi untuk semua jaman dan semua keadaan, se kaya apapun kita ,berpangku tangan dan bermasal malasan sama sekali tak akan merubah nasib kita, tetapi usaha sekecil apapun itu dengan ketekunan dan eyakinan akan merubah hidup menjadi jauh lebih baik. Maka kita yang hidup di era moderen yang umumnya serba mudah mari ambil hikmah dan pelajaran dari mereka yang berjuang di tahun 1980an ke bawah bahwa ditengah keterbatasan dan kehidupan yang sederhana mereka mampu memgubah dunia yang kia wariskan saat ini. “ Al istiqomatu, assasunnnajah, konsisten merupakan dasar sebuah kesuksesan


BIDADARI   MENCARI  KUE

Jumat Pagi  itu selesai sholat subuh, saya keluar dari mesjid didepan gerbang mesjid di hadang sekelompok orang,pak, berhenti,..!,ya, kata saya, ini jumat berkah ambil kotak kue,oh, terimaksih kata saya, lalu dia berkata lagi, : air tehnya juga ada,pak, ohh, engga usah ,terimaksih, kata saya, lalu sayapun nyebrang  jalan ,menuju ke toko kue, toko kue ini adanya di sebrang jalan, tokonya rapi bersih dan terlihat mewah dan berkelas, kardus kardus kue di tata secara estetik, kue kue diatur menurut jenis dan bentuknya, setelah membayar kue,mau keluar saya meihat mobil hotel de’pade berhenti didepan toko kue dan keluarlah beberapa wanita muda yang cantik cantik,putih putih, tinggi tinggi harum dan wangi,masuk dan belanja ditoko kue itu sepagi subuh ini, seragamnya sama ,jilbabnya sama walaupun hanya dililit mnutupi kepalanya saja.


Ada sekitar delapan orang yang turun dan berbelanja, pada orang kedua dari belakang yang turun, saya bertaya, Apa ini,ka? Pramugari yah? Karena toko kue terletak dijalan yang   adalah satu diantara jalan yang menghubungkan bandar udara dan pusat kota. Wanita muda terakhir menjawab pertanyaan saya sambil tersenyum: ” ia,pak”. Sayapun menebrang jalan ke toko sebrang jalan untuk beli nasi,karena sedang terburu buru, dalam hati saya berfikir,  bener yah, jika kita jualan,maka toko kita wajib bersih, rapi dan terkesan mewah serta tidak jorok, sehingga pramugaripun berhenti turun untuk mencari dan berbelanja kue disini, ditoko ini, jika seandainya toko itu kotor,jorok dan tak bersih maka jangankan pramugari pramugari yg putih cantik jelita laksana bidadari  itu mau pada turun dan belanja di toko itu, nenok sajapun tak mau karena jorok, kita tak tau siapa yang akan berbelanja di toko makanan kita, karena itu jagalah kebersihan dan tutup makanan serta letakan dalam meja display yang tertutup dengan kaca, juga sediakan penjepit untuk mengambil kue, jangan sampai tangan tangan yang sebelumnya kita tak tau menyentuh apa, menyentuh danmemilih milih kue secara langsung hingga terlihat semua tanagn nyemek nyemek, sebab kita tak tau sebelum itu tangan digunakan untuk apa, marilah jaga kebersihan usaha makanan kita , jika kita jaga kebersihannya, mudah mudahan buakan saja para bidadari yang turun dari pesawat yang berbelanja di toko kita bisa jadi bidadari beneran yang turun dari khayangan juga ikut berbelanja di tokokita karena bersih dan nyamannya. ( ituun kalau khanyanag itu ada J

KETIKA  SAYA DIAMBIL DARAH 

Hari kamis kemarin, saya ikit ke lab untuk ambil darah dari vena, setelah puasa 8 jam dari jam 10 malam, pagi harinya saya sudah berada di lab untuk mengetahui kondisi kesehatan yang sebenarnya sehat sehat saja, tetapi karena saya minum amlodipin sudah lima tahun ,maka disarankan untuk memeriksa, kreatinin dan lain lain guna melihat kesehatan ginjal. Ketika duduk di kursi yang sudah disediakan,dan mulai dipasangkan pengikat untuk mengumpulkan darah, lalu diberikan atiseptik dan sambil ngobrol dengan orang lab, ada rasa kuatir dalam hati saya, alhamdulilah berhasil juga jarum menembus sikuatasuntuk mengambil darah divena,dengan sama sekali tak terasa, sebenarnya saya sudahtakut jarum tak bisa menembuskulit saya, ternayat alhamdulilah berhasil dan darah berhasil diambil.

Saya kuatir masih ada sisa sisa ilmu yang dulu yang selalu saya rafalkan dan amalkan walau beberapa belas tahun ini sudah saya lepas,kuatir jika jarum tak dapat menembus kulit alhirnya terjawab, mungkin karena ilmunya sudah lama tak saya amallkan tak saya gunakan hingga terlepas dengan sendirinya, kadang ilmu kebal seperti ini agak merepotkan untuk ukuran jaman sekarang, karena sudah hampir tak dibutuhkan, selaian juga saya tak lagi mengembara dan berkeliling kemana mana seperti dimasa muda, saat ini lebih legowo dan leboh tawaqal pada Allah swt, alhamdulilah darah saya berhasil diambil karena jarum suntik berhasil menembus kulit tak seperti beberapa tahun lalu, hingga karena inilah jaman corona-19 saya tak bisa ikut vaksin, sebab jarum suntik beberapa kali tak dapat menembus kulit, saat ini lebih  menyerahkan segalanya pada Allah swt, dan membuang semua ilmu ilmu dimasa muda dulu......bismillahi tawaqaltu ala Allah.....

=====================================================================
Ketika Saya Tak Tahu  Nominal Uang Pecahan Saat Ini


Jika membeli sesuatu, biasanya saya dibelikan oleh anak kedua saya Si Abang " makanan, obat atau apapun mesti abang yang belikan, saya suruh kakanya yang kasih uang dan uangnya biasanya sekali kasih dari saya ke si kaka, saking lama sekali tak pegang uang, saya sampai lupa pecahan uang  karena klaau uang jaman dulu itu agak panjang sedangkan uang jaman sekarang agak pendek mirip uang Yuan China, bahkan saya tak tau ada pecahan Rp 2000. suatu saat, saya mampir di warung kopi setelah membeli barang dan ada kembaliannya, selesai akses internet dan kopipun hampir habis saya berniat pulang dan memanggil penjaga kedai untuk menghitjng  nesti bayar berapa, kata yang jaga, 10 ribu saja, pak, lalu saya dengan santai memberikan uang dan merapikan brang barang saya, sambil berkata beberapa saat pada pelayan kedai kopi ini, mana kembalinya? pelayannya dengan heran berkata, uangnya belum ,pak, lalu saya menyahut"lah, itu tadi. sang pelayan dengan keheranan berkata sambil menunjukan uang yang tadi saya kasih, Ini uang dua ribuan pak, saya melihat ketangannya dan menghitung nol nya, lalu saya  tertawa dan meminta maaf pada abang pelayan warkopini sambil mengeluarkan pecahan ;ain, ini ... Jadi teringat kisah seorang profesor di kampus kami, yang kemana mana selalu diikuti anaknya, karena profesor ini menrut anaknya, jika membeli sesuatu akan lupa bayaar, hingga akan menyulitkan 

Majmu Syarif Saya yang Sudah robek robek- Tapi Sarat Kenangan

Di rak buku kecil saya, ada sebuah kitab yang tampak paling tua dan lusuh. Sampulnya sudah pudar, halaman-halamannya banyak yang sobek, bahkan sebagian sudah hampir lepas dari jilidannya. Itulah Majmu‘ Syarif, kitab kumpulan doa dan wirid yang sejak dulu selalu menemani perjalanan ibadah saya.Buku ini memang bukan kitab yang mahal atau langka, tetapi bagi saya, nilainya lebih dari sekadar lembaran kertas. Di dalamnya tertulis doa-doa pilihan, hizib, sholawat, serta amalan-amalan yang diwariskan para ulama. Saya masih ingat, buku ini dulu saya beli dari seorang pedagang kitab di pinggir jalan setelah pulang dari pengajian. Sejak saat itu, ia menjadi sahabat setia dalam sujud, zikir, dan saat hati dilanda gelisah.

Kini, setelah bertahun-tahun, Majmu‘ Syarif itu tampak rapuh. Robek di sana-sini, noda bekas air mata kadang masih terlihat di beberapa halaman. Setiap lipatan dan sobekan seakan menyimpan kisah: doa yang pernah dipanjatkan, hajat yang pernah dititipkan, dan malam-malam panjang yang pernah ditemani. Ada rasa haru setiap kali membuka halaman yang sudah sobek itu. Seakan Allah ingin mengingatkan, bahwa kitab ini bukan sekadar bacaan, tapi saksi bisu perjalanan ruhani seorang hamba yang penuh kekurangan.Bagi sebagian orang, mungkin kitab lusuh itu dianggap tak berharga. Tetapi bagi saya, justru di situlah letak nilai sejatinya. Ia mengingatkan bahwa amal tidak diukur dari penampilan luar, melainkan dari ketulusan hati saat membacanya.Robeknya halaman tidak mengurangi keberkahannya, bahkan justru menambah rasa cinta saya pada kitab ini. Karena setiap kali membuka lembaran yang sudah usang, hati saya ikut bergetar: betapa banyak doa telah terucap di atasnya, betapa banyak ampunan dan rahmat Allah telah dimohonkan.Majmu‘ Syarif saya mungkin sudah tidak indah lagi dilihat mata, tetapi justru di sanalah saya belajar tentang arti istiqamah. Tidak peduli lusuh atau baru, yang terpenting adalah amal yang terus dijalankan, doa yang terus dipanjatkan, dan hati yang terus bergantung kepada Allah .Kitab itu akan tetap saya simpan, meski robek-robek, karena ia bukan sekadar buku, melainkan bagian dari perjalanan iman saya.

 



=========================================
Semua kaos saya " Bermerek "

Sejak lama, tepaynya sejak saya rajin mengikuti senam ,olahraga pagi juga kegiatan lain yang diadakan beberapa organisasi terutama yang disponsori oleh merek dagang terkenal, disitulah saya mulai terlihat memakai kaos kaos "bermerek", seperti ketika saya ikut senam di depan RS ZA yang diadakan oleh  diabetasol, saat pualng saya di oleh olehi kaos warna kuning dungan tulisan  jelas " diabetasol ",la pada senam pagi di stadion long raya tepatnya di halaman luarnya, saya dioleh olehi kaos bermerek negrah di depan mereknya"Aksi Bersih SO KLIN ", tak cukup sampai disitu ketika senam pagi di lapangan jasdam saya dioleh olehi kaosputih lengandan kerah kuning  dg merek yang negrah juga"  berapa bandel nodamu."
empat tahun berturut turut saya ikuti acara hari air dunia dengan dioleh olehi kaso hari air dunia baik tangan panjang maupun pendek dengan tulisan; " hari air dunia" juga kaos hitam bermerek yang di sangui oleh SPG ketika saya beli se tumpuk kopi dengan merek " Kopi Luak ".kaos kaos bererek mulai memenuhi lemari saya dengan berbagai corak warna  dan merek merek terkenal,muali dari: mamlight, baygon, sendal swalow , Susu cap enak' dan banyak lagi,   yang paling terakhir di bawakan oleh saudara jauh merek pertamina transkontinental"  warna putih juga ada .
Dalam beberapa tahun lebih dari dua lusin kaos bermerek terkenal mengisi lemari saya, sebb itulah saya tak pernah beli kaos lagi,lumayan walau merek dagangnya " Sehalus  sentuhan alami SUTRA" atau " kopi Luak" tetapi tetap nyaman di gunakan, terutama di Banda aceh yang udaranya panas setiap hari,dan dimasa depan karena kedekatan dengan teman teman dipecinaan peunayong yang notabene para pedagang kelontong dan agent penyalur, kaos kaos bermerek seperti" balsem caplang, minyak kayu putih caplang bahkan tepung bogasari"dan banyak merek merek lain  akan semakin banyak di lemari saya. ....walaupun mereknya " semen andalas  " tetaplah dia kaos bermerek juga yang penting kan bermerek. " cairan pembersih lantai  dengan harum bunga "

=============================

Mengapa Hidup Terasa Gelisah Hampa Dan Tertekan ?


Banyak diantara kita yang merasakan hidupnya begitu hampa, tak bermakna bahkan tertekan serta gelisah padahal mereka mereka adalah orang orang yang cukup mapan dengan penghasilan yang sangat banyak, rumah dan mobil mewah tetapi kegelisahan tak menauh bahakan semakin bertambah, Ada beberapa kenalan yang me WA saya mengeluhkan keadaan hidupnya yang walaupun karir mentereng, hidup bukan hanya cukup tapi lebih, yang rumahnya bagus mobilnya mewah bahkan pergiumroh setiap tahun dah sudah menunaikan haji  beberapa kali, tetapi merakana hidupnya hampa, geisah bahkan tertekan.Banyak di antara kita yang menaruh harapan besar pada kesuksesan materi. Kita bekerja keras, membangun karir, mengumpulkan harta, membeli rumah impian, mengganti mobil setiap beberapa tahun, dan melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk ibadah umrah dan haji berulang kali. Tak sedikit yang berpikir bahwa dengan semua itu, maka kebahagiaan dan ketenangan hidup akan secara otomatis menyertainya. Namun kenyataan berkata lain.Beberapa waktu belakangan ini, saya menerima pesan-pesan pribadi dari beberapa kenalan yang secara kasat mata tampak telah mencapai "puncak kesuksesan". Mereka memiliki penghasilan yang sangat besar, properti bernilai fantastis, kendaraan mewah terparkir rapi di garasi rumahnya, dan rekam jejak karir yang mengilap. Namun, isi pesan yang mereka sampaikan bukan tentang kebanggaan atau syukur atas pencapaian mereka, melainkan tentang kegelisahan, tekanan batin, kehampaan hidup, dan rasa seolah ada bagian dari diri mereka yang hilang dan kosong.
Salah satu dari mereka berkata, *“Setiap malam saya susah tidur. Entah kenapa, saya merasa ada yang mengganjal. Padahal semua kebutuhan hidup sudah terpenuhi. Saya bisa umrah kapan saja, bahkan haji pun sudah tiga kali. Tapi hati saya tidak tenang. Saya tidak merasa bahagia.”*
Harta adalah anugerah. Tak ada yang salah dengan menjadi kaya, mapan, dan sukses. Namun ketika orientasi hidup hanya tertuju pada pencapaian lahiriah, maka sangat mungkin seseorang kehilangan arah secara batiniah. Hati manusia memiliki ruang yang tak bisa diisi oleh apa pun selain makna, tujuan hidup, dan kedekatan dengan Tuhan. Bahkan rumah semewah istana dan mobil berjajar sekalipun takkan mampu mengisi kekosongan itu.Kegelisahan yang dirasakan banyak orang mapan ini adalah pertanda bahwa kebahagiaan bukanlah sesuatu yang bisa dibeli atau dikumpulkan. Kebahagiaan adalah keadaan hati yang bersumber dari keseimbangan antara jasmani dan rohani, antara dunia dan akhirat, antara kerja dan ibadah.Seringkali tanpa sadar, kesibukan mengejar target, memenuhi standar sosial, dan mempertahankan citra sukses di mata orang lain, membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri. Ia mulai menjauh dari nilai-nilai spiritual, dari perenungan, dari waktu-waktu berkualitas bersama keluarga, dan dari amalan-amalan yang menghidupkan hati.
Kebanyakan dari mereka merasa "sibuk", tetapi sesungguhnya yang sibuk hanyalah tubuh dan pikirannya, bukan jiwanya. Jiwanya kering, karena lama tak disirami dengan dzikir, ibadah yang khusyuk, merenung dalam diam, atau menangis di hadapan Sang Pencipta di sepertiga malam terakhir.
Kegelisahan dan kehampaan ini seharusnya menjadi alarm. Alarm bahwa ada yang perlu diperbaiki. Hidup bukan hanya soal mengejar prestise duniawi. Hidup yang bermakna adalah ketika seseorang tahu untuk apa ia hidup, kepada siapa ia menggantungkan harapan, dan apa yang ingin ia wariskan saat nanti tak lagi hidup.Jika hari-hari terasa hampa, mungkin bukan karena kekurangan materi, tetapi karena terlalu lama meninggalkan makanan rohani. Jika malam terasa gelisah, mungkin karena lupa menghadirkan keheningan bersama-Nya. Dan jika hidup terasa tertekan, bisa jadi karena kita terlalu sibuk mengendalikan hidup sendiri, tanpa benar-benar menyerahkannya kepada yang Maha Mengatur.
Tak ada yang lebih menyembuhkan dari mengakui bahwa kita adalah manusia yang terbatas. Kita butuh Tuhan. Kita perlu waktu untuk menyendiri dan merenungi hidup. Kita perlu kembali menyentuh Al-Qur’an, merapalkan dzikir dengan sepenuh hati, dan menjadikan ibadah bukan sekadar rutinitas, tapi jalan pertemuan dengan Dia yang menciptakan kita.Berbagi kepada sesama, memaafkan, menolong orang yang tak mampu, menjalin silaturahim, dan memperbanyak sujud adalah sebagian kunci untuk membuka kembali pintu-pintu ketenangan itu.
Banyak orang sukses yang hidupnya justru kosong karena lupa bahwa manusia bukan hanya makhluk dunia, tapi juga makhluk akhirat. Ketika semua sudah dimiliki, namun hati masih gelisah, mungkin itu pertanda bahwa yang dicari bukanlah harta tambahan, tetapi makna dan hubungan spiritual yang lebih dalam.Semoga kita semua tidak tertipu oleh gemerlap dunia yang menipu, dan senantiasa diberi kekuatan untuk menyeimbangkan dunia dan akhirat, agar hidup tak hanya sukses di mata manusia, tapi juga berharga di hadapan Tuhan.

---================================

Hati hati Penipuan halus Berkedok Bisnis Online

Beberapa kali saya mencari peluang dan kesempatan bisnis online karena dimasa depan saya akan berencana lebih banyak berada di luar dan akan kurang dari bisnis nyata bahkan dalam beberapa tahunn kedepan berencana untuk tidak aktif lagi dalam keseharian seperti hari hari ini, saya akan banyak menghabiskan waktu kalau tidak di rumah mengedit blog, youtube dan facebook juga akan berada di perjalanan untuk memoerbanyak lagi pengamalan, karena itulah  saat ini saya sedang mencari mode usaha online supaya bisa dilakukan dari jauh dengan hasil stabil  tetapi, ada beberapa iklan dan informasi terutama yang berkaitan dengan dropship yang menawarkan saya untuk join yaitu di E Bay. tetapi saya kurang yakin dan dalam pandangan saya bisa berindikasi penipuan, sebabbjika uang masuk dalam  account e bay tak dapat dikluarkan dulu sampai barang tiba di pembeli, akan membuka peluang order fiktif yang di lakukan oleh penyelenggara bimbingan , karena bisa jadi setiap order itu akan kita talangi dulu dengan dana kita, disinilah peluang order fiktif bsa terjadi ,karena mereka juga melakukan bimbingan online tak mendapat apapun dari waktu yang telah dibuang karena membimbing ,keungkinan penggunaan e bay palsu dengan tujuan membuat order fiktif sangat terbuka lebar, juga mereka mengatakan kita takperlu melakukan periklanan biar mereka yag mengiklankan ,juga sangat tak masuk akal karena dulu dulu saya jualan di Ebay tetap harus beriklan dan biyaya iklan inibukan sedikit karena menggunakan payper kliknya googleedword yang ada di samping kanan dari web google.
Kemungkinan penipuan sangat besar karena harusnya biaya iklan justru yg paling  besar malah ditiadakan bahakn nol, jadi bagaimana masyarakat onine akan tau bahwakita sedang berjualan jika tak ada iklan?nah,ikaln ini biar dia yang mengikalnkan, semakin jelaslah bahwa kemungian akan di buat order sebanyak banyaknya da kita yang ahrus nalangin dulu, selanjutnya akan susah menghubung CS nya dan uang kita menghilang . hati hati banyak penipuan orang buat, Kalau Ebay itu bener dan dulu saya pernah jualan di e bay tak masalah apapun, hanya ada orang orang yang gemar menjadikan peluang menipu orang orang yang dianggapnya pemula. Be care full.


Sedekah Jumat  berkah di mushola kami

Setiap jumat pagi, di mushola kami di komplek  yang dulu pernah saya tinggal di banda aceh, selalu diadakan zikir pagi dan selalu ada hidangan yang disediakan berupa nasi bungks dan minuman hangat, zikir nan panjang dan do'a yang penuh ke khusuan akan terasalebih nyaman jika di tutup dengan hidangan hangat pagi hari, karena itulah untuk membantu mushola mendapatkan dana bagi ketersediaan hidangan pagi jumat, saya berusaha untuk mencrikan dermawan dan hamba hamba Allah swt yang berkeinginan untuk bersedekah jumat berkah bagi para jamaah zikir jumat subuh di mushola kami, walaupun saat ini rumah saya sudah pndah agak jauh tetapi jumat pagi selalu berusaha hadir sebelum subuh dan ikut berjamaah subuh dilanjutkan dengan zikir subuh berjamaah.
Alhamdulilah selama ini, setiap kamis sore atau malam jumat ada saja  anggota grup yang saya nahkodai yang ikut bersedekah jumat berkah, biasanya saya selalu menyalurkan untuk kegiatan jumat berkah ini padazikir pagi hari di hari jumat, dan Alhamdulilah mushola lebih terbantu dengan sedekah dari para dermawan di beberapa grup yang saya ikuti. 


Zikir subuh jumat pagi dan hidangan  jumat  berkah untuk pada para jamaah zikir subuh diambilkan dari sedekah para angota grup yang berkenan juga diberikan kepada jamaah mushola di kampung yang saya tinggal saat ini, tetapi sedekah ini diberikan sudah dalam bentuk makanan dan kue kue ketika tiba di tangan pengurus mushola, sebab zikir malam jumat yang diadakan di mushola kampung saya yang saya tinggal saat ini diadakan setelah maghrib setiap malam jumat, 

Suasana seperti ini, merupakan suasana religius yang tak pernah saya temukan di kota besar yang saya dibesarkan disana,semakin tua semakin kita membutuhkan suasana religius seperti ini, karena itulah selain saya juga ikut membantu penyediaan konsumsi dan hidangan untuk dua mushola ini setiap malam jumat dan subuh jumat, saya juga mengundang jamaah  anggota grup  dan anggota  pengajian untuk turut bersedekah dalam kegiatan jumat berkah di mshola kami, dengan begitu arapan kita adalah jarak yang jauh tak dapat menghadirkan para dermawan untuk zikir bersama, tetapi partisipasinya dalam kegiatan zikir melalui pendanaan konsumsi hidangan jamaha zikir dapat memberikan pahala yang sama  dengan jamaah zikir bagi para dermawan dan donaur, 
Mari bersedekah jumat berkah untuk kegiatan zikir bada maghrib dan bada subuh setiap malam jumat, hubungi WA saya seabagi kordinator.

Saleh Dan Tirakat Nan Panjang

Sejak saya muda muda bakan sejak masih duduk di bangku SD kelas enam  ada banyak tirakat dan puasa yang saya jalankan, bahkan semakin remaja dan dewasa semakin sering puasa berhari hari bahkan puasa mutih yang saya jalankan untuk melakukan tirakat, bahkan amalan amalan juga semakin banyak ragam dan jenisnya, mulai dari kanuragan,kerejejian sampai dengan kewibawaan dan banyak lagi,zikir malam ber jam jam, puasa berhari hari bukan hal yang aneh buat sayasejak muda, tetapi  semakin banyak beajar terutama fiqh, tasauf dantauhid serta ahlak dipesantren, ilmu ilmu itu semua mulai saya tinggalkan, akan tetapi, tirakat membaca  ayat ayat al qur;an, da sholawat masih tetap saya jalankan sampai hari ini, tujuannya bukan lagi urusan dunia tetapi sudahpada esensi dari hidup dan setelah kematian, walaupun  begitu bacaan sholawatlah yang paling banyak danpaling sering saya tirakati dengan jumlah yang besar, mulai dari sholawat nariyah 4444 kali sekali duduk yang merupakan amalan saya sejak muda juga amalan sholawat lainya dan dengan bacaan bacaan itulah hati saya terasa lebih tenang,makin mantap dan lebih legowo dalam hidup ini. 
Ada banyak diantara kita yang semakin mengejar dunia, maka semakin haus semakin kurang dan semakin gelisah, tetapi dengan memperbanyak sholawat maka hidup akan menjadi leboh bermakna itulah yang saya rasakan di usia usia saat ini, adapun wirid  surah al waqiah  juga merupakan amalan saya sejak muda dan dengan berkah surah waqiah rizki lebih mudah Allah swt datangkan bahkan dari arah yang tak pernah disangka sangka.
Dua amalan ini berupa wirid sholawat dan  tirakat surah waqiah menjadi amalan saya yang utama selain membacaal quran karena dengan cara inilah Allah swt memudahkan segala urusan dan kepentingan serta hajat hajat saya bahkan  dengan ini pula saya sampai pada titik ini, buat kita yang penting hidup tenang berkah dan bermakna untuk kita sendori,kluarga dan sekitar kita.


====================================
Akhirnya sampe juga di Banda Aceh

Setelah melakukan perjalanan darat  yang panjang, dari hari kamis malam dimulai dari menyebrangi selat sunda, dan perjalanan darat dari lampung sampai kisaran , akhirnya pada jumat malam setelah seharian mengarungi tanah aceh sampai juga di Banda Aceh pukul 02 malam.
Pagi hari selasa tanggal 22 Juli 2005 di pagi yang damai di Banda Aceh Akhirnya  kita sekluarga dapat bertemu, bersilaturahim dan bercerita banyak hal, walaupun tak lama hanya beberapa jam saja, peretmuan dam silaturahim yang cukup berkesan, karena cukup jauhnya jarak yang ditempuh untuk sampai dapat bersilaturahim.eorang saudara jauh datang dengan ikhlas dan sama sekali tidak merepotkan kami disini, justru kami yang mendapatkan banyak hadiah yang di bawa dari jauh, walaupu hanya sebentar, ada banyak pengalaman dan kisah yang kami dengarkan dan kami simak ,.Selain datang membawa perkenalan dan jalinan persaudaraan, tetamu kami saudara jauh suami istri yang budiman datang juga dengan mobil sarat muatan di bagasi, datang dengan membawa banyak hadiah dan oleh oleh, kami sekluarga mengucapkan banyak terimaksih. karena terbatasnya waktu dengan jatah cuti kantor yang diambil, pertemuan juga terbatas.
Saat ini keduanya telah kembali mengarungi panjangnya jalan lintas sumatra untuk kembali ke kediaman dan berkumpul kembali dengan keluarga di rumah, kami ikut berdoa semoga sehat selama perjalanan nan jauh dan tiba dengan selamat kembali kepada keluarga dan pengalaman apapun yg di bawa dari tanah aceh semoga menjadi pengalaman yang tetap berkesan.
Teimaksih saudara jauh kami yang telah berjuang datang ke Aceh untuk menyambung silaturahim, dan kami mohn maaf jika penerimaan dan sambutan kurang berkenan, semoga dapat berjumpa lagi di lain waktu.


================
Pantun.: Budaya  merangkai kata yang tak lekang di lalui jaman , sebagai warisan sejarah tak benda. 

Lancang kuning lancang pusaka
tampak dari tanjung pandan
walau kering selat melaka
tak kan beta lupakan tuan


Pantun, walaupun dalam keseharian sudah mulai pudar digunakan di tanah betawi, tetapi orang tua tua dan penikmat budaya bewati masih menjaga dan melestarikannya, walau bukan jurusan sastra saat kuliah tetapi saya juga senang berpantun, terutama pantun melayu yang mempunyai kekhasan trsendiri karena keindahan bahasanya, 

Batang jerami diberi madu #
Rebung seiris dimakan kuda  #
Kalau kami diberi malu #
Ujung keris menikam dada  #

Nama nama besar seperti ayahanda haji tamrin dahlan, hang kate dan beberapa nama lain sring saya tonton aksinya dalam berpantun, hanya untuk menikmati kepiawayian masyarakat melayu dalam berpantun, bagaimanapun, pantun melayu sedikit berbeda dengan antun betawi, pantun melayu leboh indah dengan kosa kata lama dan beberapa ploesan sejarah, sedangkan pantun betawi lebih gaul dengan  bahsa anak Jakarta, walaupun begitu saya tetaplahpenikmat pantun, sebagai rangkaian kata nan indah sarat makna dan pengajaran juga ikhtibar dan nasihat. sebab itulah saya berusaha untuk mendalami pantun terutama pantun melayuyang  begitu mempesona dalam rangkian kata katanya. Sebagai generasi penerus, menjaga pantun dengan melestarikannya melalui ucapan,petatah petitih dalam berbagai kesempatan majlis dan pertemuan budaya bahkan dalam forum dan grup online,  sebagai budaya melayu merupakan kehormatan buat saya.

Datuk laksmana campakan Sauh #
Lancang berlabuh di tanjung jati#
Bagaimana hidup tak terus mengeluh# 
Mau bersholawat berat di hati #
============================================================
"Sibujang jauh " : mengapa saya di panggil dengan sebutan ini?

Inilah pepaya bercabang tujuh
limau  sekati bukannya sawi
Inilah beta sibujang jauh
perantau sejati anak betawi


Tahun 1998 ketika sedang berlangsung konflik bersenjata di Aceh, saya masih semester 4 Kuliah Di IAIN Arraniry Banda Aceh yang sekarang menjadi UIN, saat itu karena suasana konflik yang erat saya lebih banyak tingga di rumah besar yang di sewa teman teman dari Malaysia, dari 7 malam dalam seminggu minimal saya tingal 5 malam menginap di Messmalaysia dan sisanya di rumah yang lain, kadang juga di mesjid. daintara teman teman sayaIrwanlah yang paling banyak saya menginap di kamarnya, sisanya mat azam yang sering ajak saya ngopi waktu itu, padatahun tahun itu tak banyak diantara kami yang punya kendaraan roda dua, klaupun ada itupun hanya ASTUTI (  astrea 73 ) dan yang memiliki hanya mahasiswa Malaysia, sedangkan kami kami ini ya jalan kaki, paling hebat naik labi labi yaitu angkot dalam kota Banda Aceh.
Karena seringnya saya tinggal di messmalaysia, dan paling banyak bergaul dengan mereka hingga budaya dan kebiasaan mereka juga akrab dengan saya, kalau saya lama tak datang antara dua tiga hari, ketika datang mereka akan berkata: " nah, ini sudah datang sibujang jauh, karena diantara semuanya ahnya saya yang datang dari jauh, hingga mulai tahun itulah saya biasa dipanggil " sibujangjauh"oleh teman teman malaysia terutama,
Dan panggilan " sibujang jauh" sebagai kenangan yang saya kira cukup nyntrik saya abadikan menjadi nama chanel youtube , facebook, instagram dan twitter saya dengan tambahan 74 menjadi: " sibujangjauh74" walaupun saat ini sudah tak bujang dan tak lajanglagi, tetapi poyokan atau kuniyah atau panggilan sibujang jauh tetap melekat pada diri saya dan suatu saat nanti, usaha dan toko too milik saya dinamai dengan nama :" sibujang jauh" sebagai perantau yang  setidaknya gelar ini lebih saya sukai daripada gelar sarjana, karena terlihat lebih sederhana dan penuh aurafarming dan memory nan indah saat konflik bersenjata di Aceh ketika tahun tahun saya kuliah.





===================================================

Papi Dan Mami


Sebagian besar, kawan kawan saya di komplek perumahan daerah kota memanggil saya " Papi" padahal anak saya sendiri memanggil  "Papa" panggilan Papi ini asal muasalnya dari Bos Is yang notabene awalnya teman bu Rodiah teman istri saya, karena anak anak memanggil istri saya "mami",mungkin Bos is kira sayapun di panggil papi' sebab mami tentu saja pasanganya adalah papi'.bukan papa,  ,padahal anak saya memanggil papa, akirnya karena sudah terlanjur di panggil papi, maka semua orang tua, teman bahkan cucu cucu samping bu rodiah sampai suaminya juga pa Din,  serta para tetangga dan sanak family handai taulan memanggil saya papi, bahkan orang komplek perumahan dimana keduanya tinggal, termasuk Bo Is, mustaidz dan  sekluarga memanggil saya papi, dari anak anak hingga orang tua, tetangga dan kerabat semuanya memanggil, papi.Sejak saat itu panggilan papi resmi digunakan untuk saya, padahal sayapun belum pernah mresmikan sampai detik ini, klau sudah menjadi panggilan, tak akan bisa di ubah lagi.
Padahal kalau dari kluarga istri semuanya memanggil papa, dari orangtua  sampai anak  anak memanggil papa, jadi sebenarnya ada untungnya juga, karena dari perbedaan panggilan ini bisa mengetahui geografis dari mana mereka tinggal. yang di kota memanggil papi dan kita akan mudah tau siapapun yang memanggil papa, mesti  datang dari desa dimana saya tinggal saat ini.
Sementara itu, kebiasaan kami orang  betawi dan istri orang aceh tentu punya  cara memanggil dan sebutan sendiri untuk semua keluarga, kalau generasi se usia saya tentu sudah punya ponakan dari anak adik atau abang saya dan dari adik adik istri, tentu panggilanya berbeda yang jelas bukan papi dan mami, tetapi itulah kebiasaan, kalau sudai disematkan, tak akan bisa di ubah lagi walaupun pakai sedekah bubur putih bubur merah,
orang betawi bila memnaggil orang yang kedudukanya seperti saya ditengah kluarga tentunya memanggil dengan mengikuti adat kebiasaan orang betawi, biasanya anak anaka abang saya akan memangggil saya " Encing" sedangkan adik adik saya, anak anaknya akan memangggil Encang, panggilan, Om, Oom atau tante tak ada dalam istilah orang  betawi, orang betawi akan memanggil ayahnya " Baba" dan ibunya " Enyak" atau Ema' dan memangggil kaka perempuan dengan sebutan Epo' sedangkan kaka laki laki "abang' ,Orang betawi akan memanggil adik ayahnya dengan sebutan Encing, baik laki laki atau perempuan dan Encang adalah panggilan untuk kaka orang tuanya baik laki laki ataupun wanita, 
sebab itulah panggilan papi dan mami akan menjadi tertawaan kerabat dan sanak saudara saya yang mendengar,: Elu, masih doyan sayur kangku amE telor cepok ajE di panggil, papi, , cadaan ledekan dan sindiran ini akan makin menjadi apalagi ditambah guyonan konyol khas betawi jika saya balik ke Jakarta.karena papi dan mami adalah untuk orang gedongan yang biasanya tinggal di kebayoran baru yang merupakan turunan Belanda, dengan  noni sebagai panggilan  anak gadis kecilnya .makanya juga ruti amE keju  bukan kayE Elu gegares buntut singkong, :). Begitulah,mungkin Saat ini, Jaman sudah jauh berubah seiring dengan waktu yang terus berlalu, panggilan juga sudah jauh berubah serta meluas kemana mana, dan digunakan oleh lintas strata dalam masyarakat,karena itu saya pribadi tak mempermasalahkan sebuah panggilan, asalkan sopan pada yang tuaan dan pada tempatnya, orang jawa bilang" Mikul duwur memdem jero",
Bukankah begitu mami? kata papi.




=============================

# Selamat datang tetamu kami. selamat datang saudara jauh #

Terpijak batang jerami #jangan letak di dalam sumur
Perbanyak silaturahimi # insya Allah dipanjangkan umur

Buat dan teruntuk yang sedang dalam perjalanan menuju Aceh, 

Sudah berada dan melintas  di sumatra selatan saat ini ke arah jambi, semoga selamat sampai tujuan,doa doa terbaik mengiringi kedatangan ibu bapak sekalian.
Selamat datang di Banda Aceh,.. Selamat datang di tanah rencong, selamat datang di Serambi mekah..
teimalah salam sambutan  kami, salam hormat salam takjhim atas nama kluarga  kecil Encik saleh,

Bunga mawar bunga melati.
disunting pula si anak dara
betapa ceria dan senang kami di hati, 
kedatangan bapak ibu kami sambut dengan amat gembira

kedatangan  ibu bapak di nanti dg hati yg suci, di tunggu dengan dada yang lapang
kami sambut dengan wajah yang berseri seri. .. 

Sayang laksmana pergi keteluk # di hari jumat di tempat nan bersih
jika telah datang  kami persilahkan masuk dan duduk.
tentunya, disini nanti mungkin kami tersalah adat, mungkin kami tersilaf dalam penyebutan.
yang seharusya di dahulukan terkemudiankan, yang seharusnya di tua kan kami mudakan .
atas nama keluarga kecil encik saleh di Banda Aceh,  kami mohonkan maaf.

Tidak ada gading yang tak retak # retaknya gading mengandung tuah
ucapan maaf kami haturkan secara serentak # semoga silaturahim kita beroleh berkah.

Dari jauh menjunjung duli #
sudah dekat menghatur sembah #
jika ada salah maaf  kami di beri #
Mohon maaf jika penyambutan kurang selesah.

welcome to aceh, Sugeng rawuh ning  Banda Aceh, wilujeng enjing di tanah rencong, selamat datang di serambi mekah

Dengan Diiringi bacaan sholawat kepada Rasululah Saw, kami sambut kedatangan bapak ibu dengan hati gembira, dengan wajah ceria dan dengan senyuman yang tulus......


Yang Selalu ada bersamamu Saat terpuruk, itulah saudara sejati

Anak anak papa,.... jika suatu saat papa tak ada lagi di dunia ini, tolong sambung silaturahim pada keluarga dan anak anak bapak ini, inilah sahabat papa paling sejati, selalu ada untuk papa dalam keadaan sesusah apapun....Dulu, saat saat ekonomi  benar benar terpuruk, saat saat anak anak papa belum lahir, bapak inilah yang selalu ada buat papa, bahanketika anak anak papa mulai hadir satu demi satu, bapak ini ada buat kita semuanya, sambung silaturahim pada keluarganya, berbaiklah dan jangan pernah mberkata kasar pada anak anaknya, berbagilah jika ada pada keluarganya sebagaimana ayahnya telah selalu berbagi pada papa ketika papa dalam keadaan terpuruk, 
anak anak papa, semua manusia akan datang padamu ketika kamu memiliki, dan akan meninggalkanmu ketika kamu tiada berpunya, tetapi bapak ini selalu ada bersama papa dalam segala hal, kami bersama sama kuliah, bersama sama setelah kuliah walaupun kita berdua berbeda profesi tapi kami berdua tak pernah  bersitegang, kami berdua tak pernah saling memanfaatkan, bahkan ketika papa jauh di jakarta, bapak ini masih berbagi dengan kita,sebab itualh persaghabatan sejati, tak hilang dimakan jaman ,tak pudar ditean waktu, salng berbagi dan menjaga juga saling memaafkan dan meddoakan, saudara kandung sekalipun tak bisa seperti bapak ini, inilah saudara sejati yang selalu ada untuk papa sampai hari inji, jaga selalu silaturahim sambung persaudaraan pada keluarganya walaupun papa sudah tak ada. sebaba satu diantara berbkti padaoragtua kita adaah menjaga silaturahim dengan sahabat sahabatnya disaat sudah tak ada.

" terpijak batang jerami .janagan letak dalam sumur# 
# perpanjang silaturahimi,insya Allah di panjangkan umur#

==========================================
Untuk Mami Dan Anak Anak  Dari Papa


Tuhanku,.............
Tidurkan aku malam ini tanpa mimpi
Dan seandainya telah tiba penantianku
Jangan bangunkan aku pagi pagi,
Ku ingin berbaring disisiMU
Tanpa terganggu kenisbian waktu

Telah kau terima suratku nan itu,penuh sanjung dan kata merayu, syair dan pantun tersusun indah sayang, bagaikan madah fatwa pujangga,.......
Masih ingat saat saat itu,....
Sabtu siang yang damai, ketika langkahku menapaki koridor ruang kuliah micro teaching di kampus kita tercinta. Di situlah, untuk pertama kalinya, aku melihatmu. Gadis muda berwajah teduh, parasmu seolah mewarisi kecantikan Eropa. Senyummu lembut sekali, suaramu pelan namun penuh kehangatan. Aku hanya berdiri di sana, menyaksikanmu tanpa kata-kata, saat hatiku diam-diam merasakan sesuatu yang belum pernah kurasakan sebelumnya.Siang itu, aku hanya berencana menunaikan rutinitas—perjalanan mingguan menuju Unsyiah untuk  praktikum. Namun siapa sangka, langkah sederhana itu justru menjadi permulaan kisah yang akan mengikat kita seumur hidup. Kita ternyata satu ruangan di MKDU. Hari-hari kuliah pun berlalu, perlahan membuat kita lebih sering bersisian, lebih sering berbagi cerita.

Kalau tuan pergi ke hulu
Petikkan beta bunga seroja
Kalau tuan mati dahulu
Tunggulah beta di pintu syurga.

Lalu waktu terus berjalan.............
Ketika deru semangat mahasiswa memuncak di tahun 1998, kita ikut berdiri di antara ribuan suara yang menuntut perubahan. Demo demi demo kita jalani bersama. Di tengah riuh orasi dan lautan spanduk itu, diam-diam ada perasaan yang tumbuh, tak bisa kuingkari lagi. Kita mulai saling menjaga, saling mengerti dalam resah dan harap.
Dan pada akhirnya, di tahun 2001, takdir mempersatukan kita dalam ikatan suci pernikahan. Kita masih sangat muda, baru saja menuntaskan bangku kuliah, dengan mimpi yang masih hijau. Namun cinta yang kita genggam tak pernah rapuh, bahkan ketika hidup berkali-kali mengetes keteguhan kita.Hari-hari awal pernikahan kita tak selalu mudah. Konflik bersenjata melanda tanah kita tercinta. Namun di tengah ketakutan dan kekurangan, aku selalu menemukan kekuatan dalam caramu menggenggam tanganku. Kita adalah dua pengantin remaja yang sama-sama berusaha berdiri tegak: menegakkan cita-cita, memelihara cinta. Tidak ada konflik, kesulitan, atau ancaman yang berhasil menggoyahkan pelukan hangat suami istri muda yang percaya pada takdirnya.
Ujian ekonomi datang silih berganti. Seperti ombak yang tak henti memukul tepian pantai, kadang kita kelelahan, kadang kita putus asa. Namun entah bagaimana, kita tak pernah kehilangan alasan untuk bangkit lagi. Dan ketika tsunami itu datang memporak-porandakan kampung halaman kita di Aceh, saat kita harus menempuh perjalanan darat nan panjang dari ujung Sumatra demi menyelamatkan buah hati kita, di situlah aku benar-benar mengerti arti kebersamaan. Kita melewati hari-hari paling kelam dalam hidup dengan hati yang masih saling percaya.

Tahun demi tahun pun berlalu. Godaan dan ujian terus datang—seakan semesta tak pernah bosan menguji cinta kita. Namun tak satu pun berhasil membuat kita saling berpaling. Justru semuanya menjadi batu bata yang semakin memperkokoh rumah kebersamaan ini.


Hari ini, ketika keadaan sudah jauh lebih baik, saat tiga buah hati kita tumbuh sehat dan dewasa, rasanya tak habis syukur yang ingin kupanjatkan. Kita masih berdampingan, masih menguatkan satu sama lain, masih berbagi pelukan setiap malam.
Tak terasa, waktu telah membuat kita menua. Rambutmu yang dulu sehitam malam kini beruban perlahan. Garis-garis halus di wajahmu hanyalah bukti betapa panjang perjalanan cinta kita. Semoga di sisa usia ini, kita masih diberi kesempatan menuntun anak-anak menuju kesuksesan mereka, masih bisa saling menjaga sampai akhirnya biarlah cangkul dan tanah yang memisahkan kita.
=================================================================

Hari Pertama masuk sekolah SD di Banda Aceh

Hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru menghadirkan pemandangan yang berbeda di sepanjang jalanan Banda Aceh. Sejak pagi buta, jalan-jalan utama sudah mulai ramai oleh arus kendaraan yang bergerak perlahan. Mobil-mobil dan sepeda motor berbaris panjang, saling bergantian melaju di tengah antrean yang padat. Ratusan anak berseragam rapi turun satu per satu, dengan tas baru yang masih kaku di pundak, dan wajah penuh semangat meski kantuk masih belum benar-benar sirna.
 ini, hujan rintik sejak subuh ikut menyelimuti kota. Langit Banda Aceh tampak sendu, awan bergumpal kelabu, matahari seolah enggan menampakkan sinarnya. Tetapi semangat anak-anak untuk bersekolah sama sekali tak luntur. Mereka berjalan cepat-cepat dengan payung warna-warni, bergandengan tangan dengan orang tua, menjejakkan kaki di halaman sekolah yang basah. Tetesan hujan tak mampu memadamkan nyala antusias yang sudah tumbuh sejak malam tadi—malam yang penuh persiapan seragam, buku, sepatu, dan doa-doa terbaik.


Hari pertama masuk sekolah, gubernur Aceh  mengeluarkan himbauan  kepada  orangtua untuk mengantar anak ke sekolah,  dan beliau juga mengijinkan ASN untuk tidak mengikuti upacara pagi hari senin  di hari pertama masuk sekolah, untuk memberikan kesempatan mengantar anak anak ke sekolah di hari perama Di daerah tingkat dua, kabupaten, kota, bupati dan walikota juga mengeluarkan himbauan " Ayah mengatar anak ke sekolah pada hari pertama sekolah ". Hari pertama masuk sekolah memang belum diisi kegiatan belajar mengajar. Ruang-ruang kelas masih disapu bersama, bangku-bangku disusun rapi, papan tulis dibersihkan, taman sekolah dirapikan, dan semua sudut disiapkan agar siap digunakan untuk hari-hari panjang berikutnya. Tapi bagi banyak siswa, hari pertama ini adalah simbol—simbol bahwa mereka kini naik satu tingkat lebih tinggi. Dari kelas lama menuju kelas baru, dari lembar pelajaran lama menuju bab ilmu pengetahuan berikutnya.
Momen ini bukan hanya tentang pindah kelas. Ini tentang semangat yang tak pernah padam meski hujan mengguyur bumi. Tentang keberanian melangkah ke tangga pendidikan yang lebih tinggi. Tentang keyakinan bahwa masa depan selalu menanti mereka yang mau belajar dengan tekun. Selamat belajar untuk para siswa Banda Aceh yang pagi ini berdiri gagah di depan sekolah. Hormati gurumu, sayangi teman-temanmu, itulah tanda bahwa kau murid yang budiman. Semoga langkah-langkah kecilmu hari ini kelak menjadi pijakan besar yang mengantarmu menuju cita-cita. Tetap semangat, meski langit mendung, karena ilmu akan selalu menjadi cahaya yang tak pernah padam. 

" oh ibu dan ayah selamat pagi,.. 
ku pergi sekolah sampai lah nanti
selamat belajar nak penuh semangat, 
rajinah belajar tentu kau dapat
hormati gurumu, sayangi teman
itulah tandanya kau murid budiman...."

=================================================

Hujan Nan Rintik Medio Bulan Juli Di Banda Aceh

Ketika hujan nan rintik perlahan turun mmembasahi Banda Aceh dan Aceh Besar sejak subuh tadi, udara sejuk meresap sampai ke relung hati, membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang disirami berkah. Butiran dan titik-titik air jatuh tanpa lelah, menelusuri ranting, membasahi pucuk-pucuk daun, menyapa setiap sudut kota yang hari ini menjadi basah, dingin, sekaligus damai. Angin semilir ikut berembus lembut, seakan menjadi penari yang mendorong hujan terus turun dengan irama khas yang menenangkan, membuat langit seolah menutup birunya dengan tabir awan kelabu. Hari ini, semua makhluk yang bernaung di bawah kolong langit Banda Aceh merasakan kesejukan yang sama—dari manusia yang berjalan tergesa, hingga burung-burung yang berteduh di sela pepohonan. Semoga hujan yang mengguyur bumi di awal minggu ini membawa keberkahan bagi siapa saja yang menanti, menaburkan cinta dan rahmat bagi setiap jiwa yang merindukan teduh.


Hujan yang sejak lama dinanti ini, seakan menjadi penghapus dahaga setelah hari-hari panjang yang dibakar terik mentari di bawah langit biru kota Banda Aceh. Kini, udara sejuk merayap perlahan, semoga juga menyejukkan hati-hati yang gelisah, hati yang mencari ketenangan, hati yang sedang menunggu kabar baik. Angin semilir yang menyertai gerimis, terbang membawa mimpi-mimpi dan cita-cita, perlahan menuju tujuan yang telah lama diimpikan. Langit Banda Aceh yang basah hari ini seperti pelukan alam, mendamaikan jiwa-jiwa yang letih, menenangkan kegundahan, dan menyatukan manusia dengan semesta dalam harmoni yang sederhana tapi begitu berarti. Semoga hujan yang turun tak hanya membasahi bumi, tetapi juga membasuh segala penat, meredakan resah, dan menumbuhkan harapan baru di setiap hati. 
============================================

Malam minggu nan hujan bersama secangkir kopi 

Malam Minggu nan mendung di pedesaan Aceh, hujan turun begitu deras membasahi bumi yang rindu sentuhan rahmat-Nya. Di balik gemericik yang menenangkan, secangkir kopi panas menunggu untuk dihirup, perlahan menghangatkan tubuh yang menggigil dalam dinginnya awal malam. Ada syahdu yang tak bisa dijelaskan hanya dengan kata, ketika hujan dan malam berpadu menjadi satu kesunyian yang justru penuh inspirasi.
Di tengah kegelapan yang membentang, hati berbisik lembut memanjatkan sholawat untuk Rasul tercinta, Muhammad ﷺ, seraya merangkai pujian kepada Sang Pencipta yang menghadirkan segala indah, bahkan dalam rinai hujan yang tak berkesudahan. Malam ini, derasnya hujan bukan penghalang, melainkan pengingat bahwa ketenangan bisa ditemukan di sela derasnya cobaan, di antara dingin yang menggigit dan kesunyian yang mendalam.

Sungguh, malam minggu ini begitu sederhana, namun terasa sempurna: ditemani secangkir kopi, syair-syair pujian pada Ilahi, dan hujan yang membawa berjuta rasa di hati. 



=============================================

Jumpa teman lama semasa kuliah Banyak memory nan indah seolah diputar ulang

Hari ini, berjumpa kembali dengan teman lama semasa kuliah seakan membuka lembaran memory masa lalu yang penuh semangat perjuangan dan idealisme yang dulu menyala-nyala dalam dada jiwa muda kita. Saat itu, kita hanyalah sekelompok mahasiswa yang menjejakkan langkah dengan percaya diri, menggenggam cita-cita setinggi langit, memahat mimpi di tengah keterbatasan, dan menyalakan api keyakinan bahwa masa depan akan memberi ruang untuk kita berkarya. Rasanya baru kemarin kita duduk di bangku kuliah, berdiskusi hingga larut malam, berdebat tentang gagasan dan visi besar, menyusun rencana yang bagi banyak orang terdengar mustahil. Masa-masa di mana idealisme menjadi bekal utama, menjadi lentera penerang langkah yang masih gamang, menjadi energi yang tak pernah habis meski badai tantangan datang silih berganti.

Namun waktu berjalan tanpa terasa. Puluhan tahun telah berlalu, merubah banyak hal dalam hidup kita. Bukan hanya fisik yang tak lagi sama—rambut mulai memutih, garis-garis di wajah semakin nyata—tetapi juga status sosial perlahan naik setahap demi setahap. Teman-teman yang dulu sama-sama berjuang dengan setumpuk buku dan segunung tugas, kini sudah menjadi para pemimpin, kepala cabang kantor-kantor penting, orang-orang yang namanya dihormati, yang pendapatnya didengar, dan yang keberadaannya diandalkan. Pangkat dan jabatan telah menghiasi perjalanan, menjadi buah manis dari usaha panjang yang kita tanam bersama.Meski begitu, yang paling indah hari ini bukan hanya keberhasilan yang bisa kita ceritakan, tetapi rasa kebersamaan yang tak pernah pudar sedikit pun. Keakraban yang dulu tumbuh di antara bangku kuliah, koridor fakultas, dan sudut-sudut kantin, ternyata tetap sama hangatnya hingga hari ini. Tawa masih pecah dengan ringan, cerita-cerita lama masih mengundang senyum, dan pelukan pertemuan kembali seolah meruntuhkan sekat jarak waktu yang begitu panjang.
Teman-temanku semua, semoga kita senantiasa diberi panjang umur, keberkahan dalam setiap langkah, kesehatan yang melimpah, dan kekuatan untuk terus merawat persahabatan ini sampai kapan pun. Terima kasih telah menjadi bagian dari babak terindah dalam hidupku—masa muda yang penuh idealisme, perjuangan, dan cinta tak terbatas untuk mimpi-mimpi kita. Hari ini kita bukan hanya mengenang, tetapi juga merayakan betapa luar biasanya perjalanan yang sudah kita tempuh bersama.

===============================================

Menghadiri acara kenduri  yang merupakan bagian dari  tradsisi masyarakat
( Ga ada papi' ga ada mami ' ga seru )

Kenduri bukan sekadar tradisi, tapi napas budaya yang terus hidup di tengah masyarakat kami. Di sinilah gotong royong menemukan maknanya yang paling utuh—saling bantu, saling peduli, dan hadir bukan hanya dengan tangan, tapi juga dengan hati. Hari Kamis lalu, saya berkesempatan ikut serta dalam kenduri arwah ke seratus hari, bukan hanya sebagai tamu, tapi sebagai bagian dari masyarakat yang bahu-membahu demi suksesnya sebuah acara penuh makna. Inilah wajah kekeluargaan yang tak tergantikan: duduk bersama, memasak bersama, dan mendoakan bersama—warisan yang tak lekang oleh zaman. 
Kenduri merupakan bagian tak terpisahkan dari adat dan budaya masyarakat di sini. Ia bukan hanya seremonial, bukan pula sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi cermin dari nilai-nilai luhur yang terus dijaga: kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Dalam setiap kenduri, semua orang memiliki peran. Ketika ada hajatan—baik itu kenduri arwah, pernikahan, atau syukuran—masyarakat tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi juga ikut membantu sepenuh hati, dari menyumbang bahan makanan hingga menyumbangkan tenaga. Seperti pengalaman saya selama ini, jika adakenduri jauh sekalipun,mami selalu di ajak bahkan dijemput untuk datang lebh awal  bahkan jauh jauh harisebelum aca dimulai, walalupun saya dateng lebih akhir biasanya menjelang 1 hari acara di mulai, tetapi keberadan kamicukup di nantikan, jauh jauh hari sudah di pesanuntuk dateng,klau jauh di jmput bahkan kalu takadaongkospun di kasih, sebab buat kita semuanya adalah pentingsebuah kebersamaan, karena " Ga ada mami, ga ada  papi ga seru"

Hari Kamis lalu, saya ikut dalam kenduri arwah seratus hari—sebuah tradisi untuk mendoakan arwah keluarga yang telah berpulang. Sejak pagi hari, halaman rumah kerabat yang merupakan taun rumah/sohibul bait sudah mulai ramai. Saya pun turut membantu di bagian dapur, memasak kuah dalam belanga besar—menu khas daerah ini yang dinamakan *kuah belangong*, olahan daging yang kaya bumbu dan selalu menjadi sajian utama dalam acara-acara besar. Aroma rempah yang menggoda berpadu dengan hiruk pikuk para ibu yang saling bercanda sambil mengaduk kuah, membangkitkan rasa syukur dan hangatnya kebersamaan. Tak hanya masak-memasak, sebagian warga juga sibuk mendirikan tenda, menyiapkan tempat duduk, serta menata makanan dan peralatan. Ketika waktu siang tiba dan para tamu mulai berdatangan, tidak sedikit dari mereka yang datang tidak hanya membawa doa, tapi juga sumbangan dalam bentuk bahan makanan—gula, kopi, telur, biskuit—semuanya dibawa dengan tulus dan sukarela.

Puncak acara di malam hari, adalah saat rombongan dari jamaah mushola datang untuk membaca doa yang dipimpin imam mushola. Suara lantunan doa memenuhi udara, menambah khusyuk suasana. Hening yang penuh makna. Dan setelah doa selesai, kami duduk bersama menikmati hidangan yang tadi dimasak bersama pula. Tak ada sekat antara tua dan muda, kaya dan sederhana—semua menyatu dalam semangat persaudaraan. Inilah wajah kenduri di tempat kami. Bukan sekadar ritual, tetapi warisan budaya yang mempererat tali silaturahmi, menguatkan solidaritas, dan menumbuhkan kembali nilai gotong royong yang kian langka di zaman modern. Semoga tradisi ini terus hidup, lestari, dan menginspirasi generasi yang akan datang. Karena dalam kenduri, kita tak hanya mengenang yang telah pergi, tapi juga merayakan nilai-nilai luhur yang menjadikan kita manusia seutuhnya.


======================================================

"Allahuma Sholi Ala Sayidina Muhamad Wa Ala Ali Sayidina Muhamad " =============================================================...